Cara Membuat Aplikasi Mikrokontroler AVR/AT89: Khusus Pemula!

Banyak komentar,pertanyaan dan saran masuk melalui SMS, email, omong langsung agar saya membuat sebuah tulisan atau artikel tentang bagaimana cara membuat aplikasi mikrokontroler AVR maupun AT89 dari nol.  
Okey dech, kali ini saya berikan jawabannya…
Baiklah, untuk memudahkan saya menjelaskan dari ‘nol’, ada baiknya Anda perhatikan dulu diagram alir pada Gambar 1 (jika kurang jelas, silahkan di-klik aja yach)…
Gambar 1
Nach, berdasar diagram alir tersebut, semuanya berawal dari MASALAH, atau bisa juga Anda sebut PROYEK, KASUS atau apa saja yang Anda suka selama artinya adalah sesuatu yang ingin dicari, dibuat solusinya. Lebih tepatnya, pada tahap awal yang perlu dilakukan adalah IDENTIFIKASI MASALAH, persis atau detilnya bagaimana, misalnya…

“Bagaimana membuat aplikasi menghidupkan LED berdasar tombol yang ditekan?”
Ini tentunya belum cukup, informasinya masih kurang, beberapa pertanyaan yang bisa diajukan antara lain:
  • LED-nya berapa?
  • Tombol apa saja yang ditekan?
  • Bagaimana hubungan antara sebuah tombol dengan LED yang bersangkutan?
  • Apakah dimungkinkan menekan dua  tombol atau lebih secara bersamaan?
  • Apakah menyala-nya LED menggunakan tundaan? Atau hanya sekedar sesuai dengan tombol yang bersangkutan?
  • Dan lain sebagainya......
Hal ini sangat penting, dikarenakan dengan informasi yang detil, maka kita bisa membuat rangkaian dan program yang benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan. Dan yang lebih penting lagi, jika ini merupakan proyek atau pesanan orang, bisa dijadikan bahan dalam kontrak kerja atau berita acara. Tidak peduli akan Anda selesaikan dengan mikrokontroler AVR maupun AT89 atau bahkan mikrokontroler apapun.
Selain itu, dengan detil informasi yang diperoleh, Anda bisa menentukan mikrokontroler apa yang akan digunakan, sesuai dengan kebutuhan berdasar detil informasi yang bersangkutan. Ingatlah bahwa setiap mikrokontroler (baik keluarga AVR maupun AT89) masing-masing memiliki fasilitas yang sama dan juga berbeda. Apakah aplikasi atau solusi yang Anda tawarkan memerlukan timer? Memerlukan sinyal PWM? Menggunakan motor servo? Motor DC? Motor Langkah? Apakah memerlukan Watchdog? Berapa frekuensi clock yang dibutuhkan? Dan lain sebagainya…
Biasanya, persoalan yang dihadapi adalah mencari solusi itu sendiri. Katakan saja jika persoalan masukan/luaran sudah teridentifikasi secara 100% semuanya, langkah berikutnya adalah merancang solusi, termasuk memilih mikrokontroler mana yang akan digunakan. Untuk keperluan mendapatkan informasi mikrokontroler AVR atau AT89 secara lengkap silahkan merujuk datasheet masing-masing. Ini adalah sumber utama yang bisa dipercaya, karena langsung diterbitkan oleh pabrik mikrokontroler yang bersangkutan (ATMEL).
Setelah Anda melakukan IDENTIFIKASI MASALAH, langkah berikutnya (lihat diagram alir) adalah MELAKUKAN PERANCANGAN (termasuk menentukan masukan dan luaran apa saja yang terlibat dalam solusi tersebut). Langkah ini memang tidak semudah mengatakan-nya, namun ANDA PASTI BISA, karena semakin tinggi jam terbang Anda dalam menangani berbagai macam kasus-kasus yang melibatkan penggunaan mikrokontroler, Anda akan semakin terampil dan ‘jenius’.
Misalnya saja, ada pertanyaan yang masuk ke saya bagaimana menampilkan hasil perhitungan atau hasil akuisisi data di LCD? di Dot Matrix atau bahkan di 8×7segmen? Ini semua memerlukan kreativitas untuk mendapatkan solusinya. Anda rajin membaca artikel-artikel saya atau diskusi dengan saya, atau bahkan cari sendiri di internet, tanya ke yang lebih pakar dan lain sebagainya…
Termasuk dalam langkah MELAKUKAN PERANCANGAN adalah membuat DIAGRAM ALIR program mikrokontroler Anda (Anda bisa membaca ulasan tentang diagram alir disini). Beruntunglah Anda, karena saat ini sudah ada sebuah program yang dapat digunakan untuk membuat diagram alir sekaligus mengkonversikan-nya dalam bahasa C atau ASM untuk mikrokontroler AVR (termasuk juga untuk PIC dan ARM), asik khan? Silahkan baca informasinya dan unduh program demonya di Matrix Multimedia - FLOWCODE v3.0 for AVR atau langsung saja mengunduh disini.
Oya, dalam membuat diagram alir usahakan dibuat secara umum, artinya tidak mewakili bahasa pemrograman apapun, termasuk assembly. Mengapa? Karena memang begitu aturan dalam membuat diagram alir yang baik dan benar, selain itu akan memudahkan kita atau mungkin orang lain, jika Anda berkenan, melakukan pengembangan lebih lanjut dengan bahasa yang berbeda-beda (misalnya Basic, C dan lain sebagainya).
Langkah berikutnya adalah MEMBUAT RANGKAIAN YANG SESUAI (RANGKAIAN BAKU/MINIMUM PLUS APLIKASINYA), namun sebelum itu ada baiknya juga Anda sudah menentukan bahasa pemrograman apa yang akan digunakan, sebaiknya yang GRATIS aja, namun itu terserah Anda.
Pada tahap ini, barangkali Anda bertanya-tanya, dimana dan bagaimana saya mendapatkan rangkaian-rangkain aplikasi tersebut? Ya Anda sangat beruntung, karena beberapa buku-buku mikrokontroler sudah banyak membahas hal tersebut, antara lain:
  • Belajar Mikrokontroler AT 89C51/52/55 (Teori dan Aplikasi) Edisi 2, Oleh: Agfianto Eko Putra, terbitan Gava Media, Yogyakarta (info);
  • Belajar Dengan Mudah dan Cepat Pemrograman Bahasa C Dengan SDCC (Small Device C Compiler) Pada Mikrokontroler AT89X051/AT89C51/52 Teori, Simulasi dan Aplikasi, Oleh: Totok Budiok, terbitan Gava Media, Yogyakarta (info);
  • Belajar Mikrokontroler ATMEL AT89S8252, Oleh: M. Ibnu Malik, ST, terbitan Gava Media, Yogyakarta (info);
  • Belajar Mikrokontroler Atmel AVR ATtiny 2313 “Step by Step”, Oleh: Ardi Winoto, terbitan Gava Media, Yogyakarta (info);
  • Design dan Implementasi Sistem Embedded Mikrokontroller ATMega8535 dengan Bahasa Basic, Oleh: Iswant, terbitan Gava Media, Yogyakarta (info)
  • Bisa juga dengan membaca rangkuman artikel “Memulai Belajar Mikrokontroler - Quick, Easy and Harmless!“.
  • dan masih banyak lagi!
Selain dari buku-buku yang saya sebutkan tersebut, Anda juga bisa memanfaatkan media Internet untuk mencari dan mendapatkan rangkaian-rangkaian aplikasi yang Anda inginkan, cobalh bergabung atau melihat-lihat mengunjungi
Setelah Anda merancang rangkaian solusinya, yang kemudian kita sebut sebagai PROTOTIPE atau PURWARUPA, tentu langkah selanjutnya adalah MEMBUAT PROGRAM APLIKASI yang terkait dengan solusi yang telah Anda rancang sebelumnya, berdasarkan diagram alir yang telah Anda buat sebelumnya.
Pembuatan program aplikasi bisa Anda lakukan dengan bahasa pemrograman apapun yang Anda inginkan, jika Anda seorang pemula, saya sarankan untuk menggunakan BASCOM 51 atau BASCOM AVR dari MCSELEC.COM, karena sangat mudah penggunaanya. Selain itu, Anda bisa menggunakan:
Oya program Anda, yang menggunakan bahasa apapun yang Anda suka, harus dikompilasi (menggunakan perangkat lunak yang sudah saya sebutkan sebelumnya) menjadi berkas BIN atau HEX (format heksadesimal), sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2, untuk kemudian di-download-kan ke mikrokontroler yang bersangkutan. Sehingga mikrokontroler Anda bisa menjalankan program Anda. Selain itu, Anda bisa mencoba-nya terlebih dahulu melalui simulator mikrokontroler Proteus VSM dari LabCenter.
Bagaimana cara mendownload? Menggunakan (alat) apa? Silahkan membaca artikel Pemrogram (downloader) Mikrokontroler AVR melalui USB, Software untuk AVR Downloader (berbasis USBasp) dan Min MCS51/AVR dan Min AVR dari ADP. Ingatlah selalu, agar mikrokontroler AVR Anda bisa berjalan dengan baik dan benar, lakukan pengaturan clock sistem terlebih dahulu, silahkan simak artikel Mengenal System Clock pada Mikrokontroler AVR.
Untuk persoalan mendownload ada sebuah catatan pengalaman menggunakan AT89S8252 yang terasa sangat lambat saat didownload menggunakan Min MCS51/AVR dan ternyata saya mendapatkan pencerahannya langsung dari pembuatnya mas Anang Dono Prasetyo (terima kasih mas Anang), berikut cuplikannya:
Signature AT89S8252 memang tidak bisa dibaca jika menggunakan serial programmer, sama seperti signature AT89S53. lihat: AT89S8252.pdf hal 21. kedua mikro tersebut menggunakan format pemrograman FLASH yg tdk setandar yaitu 3byte. (yang lain 4byte). Byte MSB alamat programnya juga tdk beraturan. Signature AT89S8252 & AT89S53… hanya bisa dibaca dengan programer Paralel.
Kalau ingin memprogram mikro ini harus dipilih secara manual pada list mikrokontroler programernya. karena alamat FLASH tidak beraturan maka memprogram mikro ini jadi lama.
Solusinya, ganti AT89S8252 dengan AT89S8253. lebih besar dan menggunakan format programer FLASH standar(4byte). harga tdk jauh beda. Semoga Bermanfaat….
Langkah selanjutnya tentu saja MELAKUKAN UJI-COBA DAN EVALUASI apakah rangkaian dan program sudah berjalan dengan benar atau belum, lakukan TROUBLESHHOTING jika memang masih ada kesalaha mayor maupun minor, sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik dan benar. Ingatlah bahwa kesalahan bisa terjadi pada RANGKAIAN dan/atau PROGRAM, bahkan seringkali kesalahan-kesalahan sepele tetapi berdampak besar pada jalannya aplikasi kita, dengan demikian lakukan pengecekan secara menyeluruh.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan Anda bertanya atau berkomentar, dan silahkan juga mengikuti pelatihan-pelatihan mikrokontroler AVR atau AT89 yang kita selenggarakan.
Terima kasih sudah membaca artikel saya, semoga bermanfaat dan sukses selalu untuk Anda!

PERDANA 3 POWER BANK & SERVICE LAPTOP


Ready kartu perdana 5000 pcs. 3 Aon & 3 paket ™BB 6 blan full service, power BANK, MUSIK BOX...SERVICE HP & laptop , ACC & SPAREPART HP minat bs hub marketing kami sodara Maman Josher S Kennedya di no 089699746045 atau sy langsung di no 082119351666-08971758777,pinbb 3092C7C3 , ym zahidien_baladewa19@yahoo.com power red by Zahidien Community

INFORMATION AND TECHNOLOGY: CONTOH KUMPULAN JUDUL TUGAS AKHIR D3 TKJ

INFORMATION AND TECHNOLOGY: CONTOH KUMPULAN JUDUL TUGAS AKHIR D3 TKJ

CONTOH KUMPULAN JUDUL TUGAS AKHIR D3 TKJ

apa kabar zahidien community lama aku tak posting kali ini aku akan posting tentang CONTOH KUMPULAN JUDUL TKJ semoga bermanfaat....


  1. Aplikasi Sistem Informasi Access Nilai Dan Raport Pada Anak Didik Dengan Mobile Phone Di SDN Kepatihan Bojonegoro
  2. Monitoring Ruangan Menggunakan IPCamera Server Di SMK Islam Durenan
  3. Perbandingan Jaringan Lokal Yang Menggunakan Topologi Bus Dan Star Yang Terkoneksi Dengan Internet Pada SMP Negeri 4 Trenggalek
  4. Membangun Jaringan Berbasis LAN Di Smp Negeri 1 Munjungan
  5. Membangun Jaringan LAN Berbasis Kabel Menggunakan Windows Xp Pada SMK Negeri 1 Trenggalek
  6. Membangun Jaringan Komputer Dengan Koneksi Internet (ADSL) Untuk Karyawan TU SMA Negeri 2 Trenggalek
  7. Implementasi Pembangunan Jaringan Komputer Untuk Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar KKPI Di SMK Islam 2 Durenan Trenggalek Dengan Teknologi ADSL
  8. Manajemen Bandwith Menggunakan Router Mikrotik Di ISP Link Brother Sidayu Gresik
  9. Membangun FTP Server Dengan Menggunakan Linux Ubuntu 8.04
  10. Pembuatan Mail Server Dengan Menggunakan Linux Red Hat 9.0
  11. Multientry Data Nomonatif Siswa Di Smk Negeri 1 Cerme Gresik
  12. Sistem Pelayanan Informasi Pembayaran Bp3 Dengan Menggunakan SMS Gateway Pada SMK Negri 1 Purwosari
  13. Billing Warnet Berbasis Client Server Menggunakan Internet Direct (Indy) 8.0.25
  14. Perancangan Dan Pembuatan Forum Diskusi Mahasiswa D3 TKJ Universitas Negeri Malang Berbasiskan Web
  15. Perancangan Access Point Berbasis LAN Dengan Radius Server Di SMK Muhammadiyah Watulimo
  16. Pembangunan Jaringan Internet Berbasis Mikrotik Di MTS Masilatul Huda
  17. Membangun Jaringan LAN Dan Wifi Menggunakan Sistem Operasi Linux Ubuntu 8.04 Di SMK PGRI 3 Malang
  18. Manajemen Internet Memnggunakan Mikrotik Di SMA Negeri 3 Pasuruan
  19. Membangun Jaringan Internet Dial-Up Mts Darut Taqwa
  20. Meningkatkan Pembelajaran TIK Melalui Net Op Pada Siswa Kelas 1 Di SMP Negeri 11 Pasuruan
  21. Pengembangan Senayan Library Automation System Dan Penerapannya Dalam Jaringan Perpustakaan Online Di SMAN 1 Pandaan
  22. Mengembangkan Jaringan Komputer Berbasis Wifi Untuk Peningkatan Layanan Pembelajaran Di Smp Negeri 13 Malang
  23. Pembuatan Nas Server Berbasis Freenas Di SMK Negeri 1 Pasuruan
  24. Penerapan Jaringan Untuk Ujian Online Berbasis E-Learning Dengan Menggunakan Moodle Di Sekolah Menengah Atas
  25. Pembuatan PC Router Berbasis Mikrotik Pada SMA Negeri 1 Pasuruan
  26. Pemanfaatan IPCOP Untuk PC Router Pada Jaringan Lokal (LAN) Di SMK Negeri Tutur Kab.Pasuruan
  27. Membangun Jaringan Intranet Dan Internet Dengan Fasilitas E-Learning Berbasis Web Di SMK Negeri 3 Malang
  28. Membangun Firewall Berbasis Openbsd Sebagai Security Jaringan Internet Di SMP Negeri 3 Pasuruan
  29. Simulasi Berbasis Perangkat Lunak Untuk Menganalisa Wireless Lan Security
  30. Membangun Server  Sebagai Pemanfaatan IP Public
  31. Membangun Pembelajaran Melalui Metode Interaktif Net Op School Pada SMP Negeri 6 Pasuruan
  32. Thin Client Server Computing Pada Lab.Komputer Smpn 7 Pasuruan
  33. Implementasi Router Pada Jaringan Komputer Di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Dengan Menggunakan Mikrotik
  34. Membangun Koneksi Jaringan Komputer Berbasis Router Mikrotik Di SMK Pgri 6 Malang
  35. Membangun FTP Dan Web Server Menggunakan Windows Server 2003 Untuk Jaringan Intranet
  36. Memebangun Sistem E-Learning Di SMK Negri 1 Malang Menggunakan Moodle 1.93
  37. Membangun Jaringan Intranet Dan Proxy Server Di SMA Yadika Bangil
  38. Pembuatan Aplikasi Pendaftaran Ekstrakurikuler Komputer Secara Onlilne Dengan Menggunakan PHP
  39. Electronic Jurnal Berbasis Web Di Jurusan Teknik Elektro
  40. Membangun Sistem Keamanan Dan Monitoring Akses Internet SMK Negeri 4 Malang
  41. Optimalisasi Internet Jardiknas (Studi Kasus Di SMK Dharmawanita Kab.Gresik)
  42. Implementasi Moodle Weekly Sebagai Media Pembalajaran E-Learning Di Sma Negeri Kedamean
  43. Sharing Koneksi Internet Pada Leboratorium Kkpi Di SMKN 1
  44. Desain Media Pembelajaran Berbasis ICT Menggunakan Aplikasi Program Web Pagamaker V.2
  45. Membuat Jaringan Lokal Dengan PC Router Menggunakan Operating Sistem Unix Free BSD
  46. Setting Billing Hotspot Integrasi Router Mikrotik Di SMK Negeri 9 Malang
  47. Sharing Koneksi Internet Pada Leboratorium KKKPI Di SMKN 1 Cerme Dengan Menggunakan Modem GSM
  48. Membuat Virtual Learning Environtment (VLE) Menggunakan Moodle 1.9 Di Lingkungan SMK Negri 7 Malang


MENU TAB PADA BLOG ANDA

Pertama :
Silahkan Buka Blog anda menggunakan Open ID anda, kalau sudah Klik tata letak terus lanjutkan lagi dengan klik edit html, copy dan paste-kan code diatas ini dan letakan diatas code ]]></b:skin>; untuk memudahkan dalam pencarian code tersebut klik F3 atau ctrlF paste code tersebut di kotak cari terus klik berikutnya.

/* Menu Tab View
----------------------------------------------- */
div.TabView div.Tabs {
padding-top: 0px;
height: 24px;
overflow: hidden;
}

/* Menu Utama */
div.TabView div.Tabs a {
float: left;
display: block;
width: 80px; /*ukuran lebar tabmenu*/
text-align: center;
height: 24px; /*ukuran tinggi tabmenu*/
padding-top: 3px;
margin-right:4px; /*jarak antartabmenu*/
vertical-align: middle;
border: 1px solid #CCC; /*warna border menu*/
border-bottom-width: 0;
font-family: "Arial", Times New Roman, Serif; /*jenis hurup menu*/
font-size: 12px; /*besar hurup menu*/
letter-spacing: -1px;
background-color: #A4A4A4; /*warna latar menu*/
color: #FFFFFF; /*warna hurup menu*/
-moz-border-radius-topleft:10px;
-moz-border-radius-topright:10px;
-webkit-border-top-left-radius:10px;
-webkit-border-top-right-radius:10px;
}

div.TabView div.Tabs a.Active {
background-color: #888888; /*warna background menu aktif*/
color: #FFFFFF;
}

div.TabView div.Tabs a:hover {
background-color: #999999; /*warna background menu hover*/
color: #FFFFCC;
font-weight: bold;
}

/* Kotak Utama */
div.TabView div.Pages {
clear: both;
border: 1px solid #CCC; /*warna border kotak utama*/
overflow: hidden;
background:url("http://sites.google.com/site/ruangsc/image/bgtabview.gif"); /*background kotak utama*/
}

div.TabView div.Pages div.Page {
height: 100%;
padding: 0px;
overflow: hidden;
}

div.TabView div.Pages div.Page div.Pad {
padding: 3px 5px;
font-size: 12px; /*besar hurup kotak utama*/
}


Pada code yang diberi warna biru bisa shobat ganti sesuai selera shobat masing-masing.
Setlah itu copy paste code dibawah ini dan letakkan dibawah code ]]></b:skin> 

<script src="http://enes-sc.googlecode.com/files/tabview.js" type="text/javascript"/>

Langkah yang kedua, 
- Pilih tab Elemen Halaman (page element)  
- Pilih pada bagian Gadget dan pilih HTML/Java Scrip  
-  Copy-kan scrip berikut dan letakkan pada kotak yang telah tersedia di HTML/Java Secrip 

<form action="tabview.html" method="get">
<div id="TabView" class="TabView">
<div style="width: 100%;" class="Tabs">
<a title="Keterangan Menu 1">Menu 1</a>
<a title="Keterangan Menu 2">Menu 2</a>
<a title="Keterangan Menu 3">Menu 3</a>
<a title="Keterangan Menu 4">Menu 4</a>
</div>
<div style="width: 100%; height: 200px;" class="Pages">

<!--Awal Menu 1-->
<div class="Page"><div class="Pad">
Isi Menu 1.1<br/>
Isi Menu 1.2<br/>
Isi Menu 1.dst<br/>

</div></div>
<!--Akhir Menu 1-->

<!--Awal Menu 2-->
<div class="Page"><div class="Pad">
Isi Menu 2.1<br/>
Isi Menu 2.2<br/>
Isi Menu 2.dst<br/>

</div></div>
<!--Akhir Menu 2-->

<!--Awal Menu 3-->
<div class="Page"><div class="Pad">
Isi Menu 3.1<br/>
Isi Menu 3.2<br/>
Isi Menu 3.dst<br/>

</div></div>
<!--Akhir Menu 3-->

<!--Awal Menu 4-->
<div class="Page"><div class="Pad">
Isi Menu 4.1<br/>
Isi Menu 4.2<br/>
Isi Menu 4.dst<br/>

</div></div>
<!--Akhir Menu 4-->

</div></div></form>

<script type="text/javascript" src="http://enes-sc.googlecode.com/files/tabview-tab.js"></script> 

Tulisan code yang berwarna Hitam tebal bisa shobat ganti sesuai dengan kebutuhan yang shobat sekalian inginkan. Misalnya,  width (lebar) dan height (tinggi) shobat sekalian dapat menggunakan satuan ukuran % atai pixel (px) yang disesuaikan dengan lebar sidebar shobat masing-masing. Begitu juga dengan Judul Menu dan Isi Menu  dabat shobat buat sendiri sesuai dengan keinginan shobat sekalian.
Shobat sekalian juga bisa membuat menu-menu lain (lebih dari 4) sesuai lebar sidebar blog shobat.
Langkah terakhir tinggal klik save, jadi dech Tab Vew-nya...!!!

SMS Delphi 7

In the download section at the end of this article, you will get the source code to receive a SMS with Delphi 7 utilizing comport component .. This application has been successfully tried, but could be a failure on your PC ... (hahahaha :)) the risk of newbie ... just take it in try again ...


SMS delivery mode in text mode (not the PDU is super unfocused and make dizzy) ...


please download and go application .. CLICK HERE

AddThis

Aplikasi Penampil data dari Multi Data Analog to Digital Converter pada Mikrokontroller melalui komunikasi serial dengan komponen Cport / Comport pada Delphi 7

sebelum dibahas secara mendalam, dibawah ini ada sebuah kasus yang cukup menarik.

“ Sebulan yang lalu Seorang mahasiswa perguruan yg berada di negri ini  menggunakan 4 buah sensor suhu LM 35 untuk mengambil suhu di 4 tempat dengan jarak berdekatan namun suhunya dimanipulasi / dikondisikan berbeda. Mahasiswa tersebut memanfaatkan internal ADC pada mikrokontroler AT Mega 16, program pada mikrokontroller dapat bekerja dengan baik ketika data-data ditampilkan ke Liquid Crystal Display (LCD), Namun ketika Mahasiswa tersebut ingin menampilkan data tersebut ke PC untuk selanjutnya disimpan ke database, dia mengalami kesulitan.”
Tentunya banyak pemula dalam pemrograman dengan menggunakan Delphi,  pernah mengalami kebingungan yang sama dengan kasus di atas dalam mengakses banyak data serial untuk dtampilkan pada PC (menampilkan banyak data serial dengan Delphi). Pada kenyataannya komponen Comport  Delphi mampu menangani hal tersebut dengan baik, aplikasi yang dibuat ini nantinya dapat menampilkan 4 data serial pada PC dengan menggunakan Delphi dengan memanfaatkan component Comport, dan pada kenyataannya dapat dikembangkan untuk akses berpuluh-puluh data serial dengan kreatifitas pengembangannya J
Secara teoritis dapat di jelaskan bahwa data serial yang masuk ke komputer merupakan data gabungan dari ke empat buah sensor yang dipergunakan (dapat berupa sensor suhu, dan sebagai nya, karena data tersebut hanyalah data yang dapat diperoleh dengan berbagai macam cara, tidak harus dari sensor suhu yang di inputkan ke ADC mikrokontroller kemudian data dikirim secara serial ke pc melalui Port COM1 atau com berapapun itu. Data dapat pula diperoleh dengan  memanfaatkan komputer lain sebagai pengirim data serial yang memiliki format sebagaimana gabungan data serial tersebut. Bahkan kita dapat memanfaatkan hanya 1 komputer sebagai pengirim data serial sekaligus penerima data serial dengan memanfaatkan software tertentu yaitu Virtual Serial Port.
Sebagai penjelasan format data masukkan adalah Data pertama adalah data  A semisal nilainya 120, kedua adalah data B nilainya 20, ketiga adalah data C nilainya 60 dan ke empat adalah data D yang nilainya 1200, (ingat ini hanya permisalan saja) maka nantinya data akan dikirim dalam format gabungan yang berupa data sensor ditambah huruf penanda, sehingga jika gabungan data sebenarnya adalah 12020601200 (gabungan data A,B,C,D). maka data baru yang seharusnya terbentuk ditambah huruf adalah sebagai berikut : 120A20B60C1200D (lihat dengan jelas bahwa data A dan data B dipisah dengan menggunakan huruf A, data B dengan data C dipisahkan dengan huruf B, dan selanjutnya)
Sebagai contoh dapat pula dipergnakan data kembar, semisal data A = data B = data C= data D dengan nilai masig-masing 40. Sehingga data gabungan adalah 40404040, namun harus diubah menjadi 40A40B40C40D, INGAT HURUF A,B,C,D sebagai pemisah antar data.   Data ini yang selanjutnya akan di utak-atik oleh delphi untuk mendapatkan nilai data sebenarnya dari masing-masing sensor tersebut.
Logika mudahnya : data 40A40B40C40D akan dikirim ke Delphi. Selanjutnya Delphi akan memilah-milah data tersebut.
Sebelum membuat aplikasi tersebut, terlebih dahulu harus dibuat hardware untuk mengambil data suhu yakni menggunakan sensor LM 35, serta Analog to Digital Converter (ADC), dimana ADC  yang dipergunakan adalah internal ADC pada Mikrokontroler AT Mega 16,
Sensor Suhu LM35
Sensor suhu LM35 merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah besaran fisis yang berupa suhu menjadi besaran elektris tegangan. Sensor suhu LM35 memiliki parameter bahwa setiap kenaikan 1º C tegangan keluarannya naik sebesar 10mV dengan batas maksimal keluaran sensor adalah 1,5 V pada suhu 150°C. Misalnya pada perancangan menggunakan sensor suhu LM35 kita tentukan keluaran ADC mencapai full scale pada saat suhu 100°C, sehingga saat suhu 100°C tegangan keluaran sensor suhu LM35 (10mV/°C x 100°C) = 1V.



Gambar. Bentuk Fisik LM 35

Pin 1 berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau tengah digunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan jangkauan kerja dari 0 Volt sampai dengan 1,5 Volt dengan tegangan operasi sensor LM35 yang dapat digunakan antar 4 Volt sampai 30 Volt. Pada contoh rangkaian yang dipergunakan, tegangan referensi yang dipergunakan adalah 5 volt
Prinsip Kerja Sensor LM 35
 Mula-mula vcc sebesar 5 V digunakan untuk menghidupkan sensor LM35 yang akan mendeteksi suhu.  Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10 mV setiap derajad celcius sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut :
VLM35   = Suhu*10mV
Sebagai gambaran jika suhu terukur adalah 2°C maka VLM35 = 2x10mV = 20mV
Secara prinsip sensor akan melakukan penginderaan pada saat perubahan suhu setiap suhu 1 ºC akan menunjukan perubahan tegangan sebesar 10 mV.
Karakteristik dari sensor suhu LM35.
  • Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
  • Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC
  • Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
  • Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
  • Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
  • Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
  • Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
  • Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
Berikut ini adalah gambar rangkaian dasar sensor suhu LM 35 yang akan dikoneksikan ke ADC Internal Mikrokontroler ATMega 16 yang dipergunakan:
Gambar. Rangkaian dasar sensor suhu LM 35
Rangkaian dasar tersebut cukup untuk sekedar bereksperimen atau untuk aplikasi yang tidak memerlukan akurasi pengukuran yang sempurna. Akan tetapi tidak untuk aplikasi yang sesungguhnya karena tegangan keluaran sensor belumlah stabil. Pada kondisi suhu yang relatif sama, jika tegangan suplai diubah-ubah (dinaikkan atau turunkan), maka Vout juga ikut berubah. Memang secara logika hal ini sepertinya benar, tapi untuk instrumentasi hal ini tidaklah diperkenankan.
Keluaran dari sensor suhu LM35 dijaidkan sebagai inputan Analog to Digital Converter (ADC) pada Mikrokontroller.Mikrokontroller AT Mega 16 memiliki 8 buah kanal input ADC yang masing-masing merupakan ADC 10 bit,
                       
Gambar. Susunan kaki  AVR Atmega16


Tampilan Aplikasi Penampil data dari  Multi Data Analog to Digital Converter pada Mikrokontroller AT Mega 8535 atau AT Mega 16 melalui komunikasi serial dengan menggunakan komponen Cport / Comport pada Delphi 7
Pada pengembengan nya aplikasi dapat ditambah dengan Database serta fasilitas pencetakan database yang ada, tampilannya adalah sebagai berikut

Selanjutnya aplikasi ditambahi dengan fasilas penampil data ke grafik / chart sehingga tampilan hasil eksekusi nya menjadi:

APAITU Google Adsense ????

Bagi pemula yg baru mengenal AdSense mungkin belum mengetahui istilah2 yg sering dipergunakan. Berhubung pepatah mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, maka tidak ada salahnya untuk mempelajari terlebih dahulu arti dari istilah2 tersebut sebelum mempelajari lebih jauh mengenai AdSense.

Publisher


Publisher adalah orang atau pemilik situs yg sudah bergabung dengan Google AdSense dan sudah pula memasang iklan AdSense di situs mereka.

Ad Units


Yg dimaksud dengan Ad Units ya iklan AdSense itu sendiri. Ad Units ini terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Yg paling umum adalah jenis Text Ads (lihat gambar di bawah).
Pada saat pengunjung meng-klik unit iklan ini, maka, jika valid, publisher akan mendapatkan pemasukan sesuai dengan nilai CPC-nya.

Text Ads Images

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh masing2 jenis dan ukuran Ad Units di sini.

Dalam satu halaman, publisher diperbolehkan untuk memasang maksimal tiga buah Ad Units.

Link Units


Link Units hampir sama dengan Ad Units, hanya saja formatnya mirip dengan format menu yg biasa kita temui di situs2 web. Perhatikan gambar berikut:

Links Unit Images



Yg membedakan Link Units dengan Ad Units adalah pada saat pengunjung meng-klik iklan ini, maka ia akan diarahkan pada halaman hasil pencarian di search engine Google. Publisher baru akan mendapatkan pemasukan apabila pengunjung meng-klik salah satu Ad Unit yg ada di halaman tersebut. Pada prakteknya, Link Units terbukti menghasilkan pemasukan lebih banyak dibandingkan Ad Units biasa.

Dalam satu halaman situs, publisher diperbolehkan untuk memasang satu buah Link Units saja.

AdSense for Content


Yg dimaksud AdSense for Content adalah iklan AdSense yg dipasang di dalam suatu halaman. Iklan2 yg muncul adalah iklan2 yg berhubungan dng isi halaman tersebut. Atau istilahnya menggunakan konsep contextual. Ad Units dan Link Units adalah yg termasuk dalam AdSense for Content ini.

Alternate Ads


Pada AdSense for Content, iklan tidak selalu muncul. Sebabnya antara lain bisa karena memang stok iklan yg berhubungan dengan isi situs sudah habis atau Google tidak dapat memperkirakan apa isi situs itu sebenarnya. Jika ini terjadi, secara default, yg ditampilkan adalah iklan layanan masyarakat atau sering dikenal dengan istilah PSA (Public Service Ads). Karena bertipe donasi, maka jika di-klik, iklan ini tidak menghasilkan apa2 bagi publisher.

Untuk mengatasinya, Google memperbolehkan kita untuk memasang Alternate Ads atau iklan alternatif. Jika Ad Units yg dibuat telah di-setting dengan menggunakan Alternate Ads, maka apabila Ad Units tersebut tidak dapat tampil, yg muncul adalah iklan alternatif yg ter-setting didalamnya.

AdSense for Search


Selain memasang iklan, publisher AdSense juga dapat memasang form search box di situs mereka. Form ini dinamakan AdSense for Search. Apabila ada pengunjung yg melakukan pencarian dengan menggunakan form tersebut, maka ia akan dibawa menuju halaman hasil pencarian yg bersangkutan. Sama halnya dengan Link Units, publisher akan mendapat pemasukan apabila salah satu iklan yg ada di halaman tersebut di-klik.

Publisher diperbolehkan untuk memasang maksimal 2 buah form AdSense for Search dalam satu halaman. Selain itu publisher tidak diperbolehkan untuk memasang form pencarian dari pihak lain.

Referrals


Referrals adalah satu lagi sumber pendapatan publisher di dunia AdSense. Ya, publisher dapat melakukan iklan referral, baik berupa banner maupun text, di situs mereka. Yg perlu diingat, iklan jenis ini bersifat CPA (Cost Per Action), dimana publisher baru akan dibayar apabila pengunjung yg meng-klik iklan tersebut telah melakukan tindakan tertentu.

Misalnya, pada iklan referral AdSense, pengunjung yg meng-klik iklan dan bergabung dengan Google AdSense baru akan menghasilkan pemasukan bagi publisher apabila pengunjung tersebut meraih $100 dalam jangka waktu 6 bulan (180 hari).

Contoh tampilan iklan Referrals adalah sebagai berikut:

Google Referrals Images

Saat ini ada 3 macam iklan referral, yaitu AdSense, AdWords, dan Firefox.

Channels


Channels adalah semacam label yg dapat diberikan pada Ad Units, Link Units, AdSense for Search, dan Referrals. Satu unit iklan dapat memiliki lebih dari satu lebih, dan sebaliknya, satu label dapat digunakan untuk lebih dari satu unit iklan. Di halaman laporan Google AdSense, hasil laporan akan dikelompokkan berdasarkan Channels, sehingga penggunaan Channels akan sangat memudahkan publisher untuk menganalisa perfomance AdSense mereka.

Umumnya, publisher akan memberikan nama Channels yg sama pada unit2 iklan yg ada di satu situs. Jika mau lebih detail, sah2 saja untuk memberikan nama Channels yg berbeda untuk tiap2 unit iklan di tiap2 situs. Yg perlu diingat, maksimal jumlah Channels yg diperbolehkan saat ini adalah 200 buah.

Page Impressions


Page Impressions adalah jumlah yg menunjukkan berapa kali halaman yg mengandung Ad Units dibuka oleh pengunjung. Nilainya tidak terpengaruh oleh kuantitas Ad Units yg ada di dalam halaman yg bersangkutan.

Clicks


Rasanya tidak perlu diterangkan panjang lebar. Clicks adalah jumlah klik pada Ad Units milik publisher. Dalam halaman laporan AdSense, publisher dapat melihat total klik yg ia dapatkan, maupun berdasarkan Ad Units maupun Channel-nya.

CTR (Clickthrough Rate)


CTR adalah perbandingan dalam persen antara jumlah klik yg diterima suatu Ad Units dengan jumlah tampilan Ad Units tersebut. Misal, satu Ad Units yg ditampilkan 40 kali dan di-klik 10 kali memiliki nilai CTR 25% (10:40).

Berapa nilai CTR yg ideal? Hal ini sulit ditentukan karena terpengaruh oleh banyak faktor, seperti sumber datangnya pengunjung, jumlah pengunjung, dan sebagainya. Untuk situs yg padat pengunjung misalnya, nilai CTR antara 8 - 10% sudah termasuk ideal.

CPC (Cost Per Click)


CPC adalah jumlah uang yg akan didapatkan oleh publisher apabila Ad Units tertentu di klik. Nilai CPC masing2 Ad Units berbeda dan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk perfomance publisher dan kualitas situs milik publisher. Namun secara umum, nilai maksimal yg mungkin adalah 20% dari nilai bid dinamis yg ditawarkan pemasang iklan.

eCPM (Effective CPM)


eCPM atau CPM (Cost Per Million) adalah hasil pembagian antara jumlah pendapatan publisher dengan jumlah page impression (per 1000) yg ia dapatkan dari iklan2nya. Sebagai contoh, publisher yg menghasilkan $200 dari 50,000 impression akan memiliki nilai CPM sebesar $4 ($200/50).

Nilai eCPM pada umumnya tidak begitu bermanfaat bagi publisher. Namun publisher dapat secara garis besar melihat kesuksesan Channel / Ad Units-nya berdasarkan eCPM Channel atau Ad Units tersebut.

CARA MENGHITUNG ADSENSE

Bagi Adsense mania..mungkin rumus perhitungan di bawah ini bisa menambah wawasan tentang cara penghitungan besarnya pendapatan dari google adsense. Berikut ini adalah contoh-contoh rumus perhitungannya.

Kalkulasi Adsense :

CTR = (Clicks / Impressions) * 100
EPC = Earnings Per Click
eCPM = (Earnings / Impressions) * 1000
eCPM = CTR * EPC * 10
Earnings = eCPM * Impressions / 1000
Earnings = CTR * EPC * Impressions / 100

Contoh : Hari ini ada 9 klik dari 2017 impressions. (sebagai contoh EPC = 0.04)

CTR = (9 / 2017) * 100 = 0.4462 = 0.45

eCPM = 0.4462 * 0.04 * 10 = 0.17848 = 0.18
eCPM = (0.3599941 / 2017) * 1000 = 0.17848 = 0.18

Earnings = 0.17848 * 2017 / 1000 = 0.3599941 = 0.36
Earnings = 0.4462 * 0.04 * 2017 / 100 = 0.3599941 = 0.36

CARA MENGARAHKAN IKLAN GOOGLE ADSENSE SESUAI DENGAN ISI WEB ATAU BLOG

Now you can target your AdSense ads better using the new feature from Google AdSense. It’s called Section Targeting, which described below (source):
Section targeting allows you to suggest sections of your text and HTML content that you’d like us to emphasize or downplay when matching ads to your site’s content. By providing us with your suggestions, you can assist us in improving your ad targeting. We recommend that only those familiar with HTML attempt to implement section targeting.

To implement section targeting, you’ll need to add a set of special HTML comment tags to your code. These tags will mark the beginning and end of whichever section(s) you’d like to emphasize or de-emphasize for ad targeting.

The HTML tags to emphasize a page section take the following format:

<!-- google_ad_section_start -->

<!-- google_ad_section_end -->

You can also designate sections you’d like to have ignored by adding a (weight=ignore) to the starting tag:

<!-- google_ad_section_start(weight=ignore) -->

With these tags added to your HTML code, your final code may look like the following:

<html><head><title>Section targeting</title></head>

<body>

<!-- google_ad_section_start --></body></html>

This is the text of your web page. Most of your content resides here.

<!-- google_ad_section_end -->

</body>

</html>

An important notes from Google AdSense:

You can use section targeting to make suggestions about as many sections of a page as you like. However, please be aware that we can’t guarantee results, and that it may take up to 2 weeks before our crawlers take into account any changes you’ve made to your site.

Please also note that in order to properly implement this feature, you’ll need to include a significant amount of content within the section targeting tags. Including insufficient content may result in less relevant ads or PSAs.

I’ve updated my theme, put the ad targeting tag on my main content and put ignore tag on the rest of it. Well, I hope this new Section Targeting would really work. I’m tired seeing non-relative ads on this site



Versi Bahasa Indonesia
Sebagai Adsenser, seringkali kita dipusingkan dengan kemunculan iklan yg kurang tepat alias tidak sesuai dengan content yg diusung oleh situs kita. Ada beberapa penyebab hal itu dapat terjadi, namun salah satunya adalah banyaknya variasi content dalam satu halaman yg mengakibatkan "gagalnya" media bot (crawler Google AdSense) dalam menentukan kata kunci yg paling tepat untuk situs atau halaman situs kita.

Untungnya, Google telah memberikan alternatif solusinya, yaitu AdSense Section Targeting. Seperti dijabarkan oleh mereka di AdSense Help Center:

Section targeting allows you to suggest sections of your text and HTML content that you'd like us to emphasize or downplay when matching ads to your site's content. By providing us with your suggestions, you can assist us in improving your ad targeting. We recommend that only those familiar with HTML attempt to implement section targeting.

Maksudnya, dengan fitur ini kita dapat memberitahukan kepada media bot bagian2 mana saja dari situs kita yg merupakan content utama (yg mengandung kata kunci utama) dan juga, bagian2 mana yg tidak perlu dihiraukan (misal: sidebar, footer, dll).

Untuk mengimplementasikannya, kita cukup menambahkan kode berikut di awal bagian halaman yg merupakan main content.


HTML:




  • <!-- google_ad_section_start -->

    dan di bagian akhirnya kita letakkan:

    HTML:


  • <!-- google_ad_section_end -->

    Pengguna Wordpress dapat meletakkan kedua kode di atas di antara the_loop, sehingga otomatis isi dari postingan Anda akan dianggap sebagai content utama halaman yg bersangkutan.

    Bagaimana untuk bagian yg ingin kita hiraukan? Caranya hampir sama, hanya untuk kode pembukanya, gunakan baris kode berikut:


    HTML:


  • <!-- google_ad_section_start(weight=ignore) -->

    Jangan lupa, crawler media bot butuh waktu untuk mampir ke situs Anda dan membaca baris kode Section Targeting yg telah Anda tambahkan. Beri waktu setidaknya 1-2 hari untuk melihat hasilnya.


    Kesimpulan : Letakkan Kode HTML di atas Di awal (untuk yang ada kode Start) Postingan naskah dan di Akhir naskah postingan (untuk yang ada kode End)

  • Why Iklan Google Adsense Tidak Muncul lagi Di Blog Bahasa Indonesia

    Setelah beberapa bulan yang lalu Google Adsense bisa untuk bahasa indonesia , kemarin (16 Mei 2008) iklan - iklan google adsense gak mau nongol lagi di blog yang berbahasa indonesia. Sampai tulisan ini di tulis masih aja iklannya ngambek gak mo nunjukin batang hidungnya.

    Ga tau kenapa begini lagi, wong bulan kemarin pas iklan adsense bisa muncul di blog berbahasa Indonesia aja juga gak ada pengumuman resmi dari pihak google. Yah semua rahasia emang ada di mbah Google. Kita sebagai Publisher hanya nurut aja.

    Tidak hanya blog berbahasa indonesia aja, blog ku yang berbahasa Inggris aja kadang iklannya kagak juga mo nongol, alhasil pendapatanku hari ini drop ampe 85 % sendiri.

    Gak tau nih dengan blog rekan publisher yang lain kena seperti punyaku ato ga. Tapi feeling saya nih kliatannya semua lagi ngalamin problem kayak ini.

    Pusing...pusing... penghasilan turun, eh BBM mo naik lagi!!!

    SEMOGA AJA MBAH GOOGLE MO BERMURAH HATI LAGI.....:(

    TIPS DAN TRIK INTERNET CEPAT

    Browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat menyenangkan, berbagai cara dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang diklaim bisa mempercepat koneksi internet.

    Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet :
    TUTORIAL TIPS 1

    I. Menggubah setting bandwith Pada windows
    Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal,Jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.

    Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :

    1. Klik Start
    2. Klik Run
    3. Ketik gpedit.msc
    4. Kemudian klik Ok
    5. Setelah masuk klik Administrative Templates
    6. Kemudian Klik Network
    7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
    8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
    9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
    10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
    11. Klik Apply,ok
    12. Kemudian keluar dan Restart komputer

    II. Gunakan DNS dari OpenDNS untuk koneksi internet yang lebih cepat dan lebih aman.

    1. Klik Start
    2. Klik Control Panel
    3. Pilih Network & Internet Connection
    4. Klik Network Connection
    5. Klik Kanan Local Area Connection pilih Properties
    6. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Klik Properties
    7. Klik Use Following DNS Server
    8. Isi Preferred DNS Server dengan angka : 208.67.222.222
    9. Isi Alternate DNS Server dengan angka : 208.67.220.220
    10. Kemudian Klik OK

    III. Jika menggunakan Browser Firefox gunakan add on Fasterfox, bisa di download disini.

    Fasterfox adalah sebuah add on yang berfungsi untuk mempercepat koneksi dengan melakukan optimasi pada network dan cache browser. Fungsi dari cache adalah untuk menyimpan data sementara dari website yang kita kunjungi, sehingga ketika kita membuka kembali website tersebut proses loading-nya akan lebih cepat karena datanya telah disimpan di cache.

    Beberapa optimasi yang dapat dilakukan oleh fasterfox adalah: HTTP pipelining, Memory caching,Disk caching,DNS caching,FastBack caching.

    IV. Bagi pengguna Firefox, silahkan pasang Adblock

    Fungsinya adalah untuk mem-filter iklan-iklan yang tidak perlu pada saat kita browsing, sehingga proses loading akan menjadi lebih cepat dan maksimal.



    Daftar DNS Server Indonesia :

    Server DNS indosat.net.id termasuk DNS Indosat IM2

    * 202.155.0.10
    * 202.155.0.15
    * 202.155.0.20
    * 202.155.0.25
    * 202.155.46.66
    * 202.155.46.77
    * 202.155.30.227

    DNS Telkom.net.id Telkom Speedy

    * 202.134.2.5
    * 203.130.196.5
    * 202.134.0.155
    * 202.134.1.10
    * 202.134.0.62
    * 202.159.32.2
    * 202.159.33.2
    * 202.155.30.227

    DNS AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia)

    * 203.34.118.10
    * 203.34.118.12

    DNS sat.net.id

    * 202.149.82.25
    * 202.149.82.29

    DNS cbn.net.id

    * 202.158.40.1
    * 202.158.20.1

    * 202.158.3.7
    * 202.158.3.6

    Singnet Singapore

    * 165.21.100.88
    * 165.21.83.88

    DNS indo.net.id

    * 202.159.32.2
    * 202.159.33.2

    DNS itb.ac.id

    * 202.249.24.65
    * 167.205.23.1
    * 167.205.22.123
    * 167.205.30.114

    DNS ukdw.ac.id

    * 222.124.22.18

    Daftar DNS Luar indonesia :

    DNS Open DNS

    * 208.67.222.222
    * 208.67.220.220

    DNS ScrubIt

    * 67.138.54.100
    * 207.225.209.66

    DNS DNSadvantage

    * 156.154.70.1
    * 156.154.71.1

    DNS vnsc-pri.sys.gtei.net

    * 4.2.2.1
    * 4.2.2.2
    * 4.2.2.3
    * 4.2.2.4
    * 4.2.2.5
    * 4.2.2.6

    Verizon (Reston, VA, US)

    * 151.197.0.38
    * 151.197.0.39
    * 151.202.0.84
    * 151.202.0.85
    * 151.202.0.85
    * 151.203.0.84
    * 151.203.0.85
    * 199.45.32.37
    * 199.45.32.38
    * 199.45.32.40
    * 199.45.32.43

    GTE (Irving, TX, US)

    * 192.76.85.133
    * 206.124.64.1

    One Connect IP (Albuquerque, NM, US)

    * 67.138.54.100

    OpenDNS (San Francisco, CA, US)

    * 208.67.222.222
    * 208.67.220.220

    Exetel (Sydney, AU)

    * 220.233.167.31

    VRx Network Services (New York, NY, US)

    * 199.166.31.3

    SpeakEasy (Seattle, WA, US)

    * 66.93.87.2
    * 216.231.41.2
    * 216.254.95.2
    * 64.81.45.2
    * 64.81.111.2
    * 64.81.127.2
    * 64.81.79.2
    * 64.81.159.2
    * 66.92.64.2
    * 66.92.224.2
    * 66.92.159.2
    * 64.81.79.2
    * 64.81.159.2
    * 64.81.127.2
    * 64.81.45.2
    * 216.27.175.2
    * 66.92.159.266.93.87.2

    Sprintlink (Overland Park, KS, US)

    * 199.2.252.10
    * 204.97.212.10
    * 204.117.214.10

    Cisco (San Jose, CA, US)

    * 64.102.255.44
    * 128.107.241.185

    Catatan :

    Beberapa DNS tidak bisa digunakan untuk akses FTP dan Website tertentu diblokir oleh Server DNS tersebut.

    link teman

    >

    warning