-Ba'asyir Bersyukur Pembakaran Al-Quran Urung Dilakukan-

JAKARTA--MI: Beberapa hari ini, umat muslim digemparkan oleh pernyataan pendeta yang akan membakar Al Qur'an. Walaupun, anak pendeta tersebut mengatakan ayahnya mengalami gangguan mental namun hal ini menyita perhatian sejumlah orang, termasuk tersangka kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir.

Dia mengecam rencana pembakaran Al Quran oleh Pendeta Terry Jones di Amerika Serikat. "Beliau sangat mengecam, itu bentuk provokasi dari kalangan anti-Islam," ujar anak bungsu Ba'asyir, Abdurrohim, menirukan nasihat ayahnya ketika dijenguk di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Sabtu (11/9).


Menurut dia, hal itu diutarakan Ba'asyir saat dijenguk ketiga anaknya. Ba'asyir yang menjadi pemimpin Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu, mengaku bersyukur karena rencana itu urung dilakukan. Ini, kata Ba'asyir, merupakan salah satu bentuk provokasi antara umat muslim. "Yang kita dengar nggak jadi, Alhamdulillah," kata Ba'asyir ditirukan Abdurrohim.


Sebelumnya, Terry Jones membatalkan peringatan di Florida setelah kelompok yang berencana membangun mesjid di dekat Ground Zero New York sepakat untuk memindahkannya. Jones mengatakan pembakaran tersebut dilakukan untuk menunjukkan sikap anti terorisme, tetapi rencananya tersebut dikecam dunia.(*/OL-06)

Tidak ada komentar:

link teman

>

warning